Popularitas Hyrox sebagai kompetisi kebugaran (fitness racing) kian menanjak di kalangan pencinta olahraga di tanah air. Olahraga ini menantang peserta untuk menggabungkan ketahanan otot (strength) dengan lari intensitas tinggi dalam satu rangkaian kompetisi yang berat.
Namun, di balik keseruannya yang sedang hype, dokter spesialis kesehatan olahraga, dr. Andhika Raspati, SpKO, mengingatkan agar tidak sekadar ikut-ikutan tren tanpa persiapan yang matang.
"Harus diingat bahwa Hyrox itu olahraga yang mengombinasikan antara ketahanan kardio dengan ketahanan otot. Gerakannya nggak cuma lari, tapi juga latihan beban," ujar dr Andhika di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Hyrox adalah kompetisi kebugaran yang memiliki format baku di seluruh dunia. Peserta wajib melakukan lari sejauh 1 kilometer sebanyak 8 kali dengan setiap jeda lari diselingi dengan satu pos latihan fungsional yang berat.
Delapan pos tersebut meliputi SkiErg, Sled Push, Sled Pull, Burpee Broad Jumps, Rowing, Farmers Carry, Sandbag Lunges, hingga Wall Balls. Kombinasi ini menuntut jantung dan otot bekerja pada kapasitas maksimal dalam waktu yang lama.
(kna/kna)