Ramai Pelari BAB saat Lomba, Fenomena Runner's Trot Beneran Ada?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 26 Mei 2026 06:03 WIB
Ilustrasi marathon. Foto: Getty Images/iStockphoto/DNY59
Jakarta -

Mendadak mules dan sakit perut menjelang race kerap dialami para pelari yang umumnya memang memulai lomba pada pagi hari. Bahkan pada beberapa kasus, ada yang sampai buang air besar (BAB) di celana karena tidak tertahankan seperti yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial belakangan ini.

Fenomena ini lazim ditemui di dunia lari, dan punya istilah sendiri: runner's trot. Pernah mengalami?

Dikutip dari WebMD, runner's trot adalah kondisi ketika seseorang merasakan dorongan kuat untuk buang air besar selama atau tepat setelah berlari. Kadang, sampai tidak tertahankan sehingga menyebabkan runners diarrhea. Terlebih, biasanya race lari dimulai di pagi hari, yang bagi kebanyakan orang Indonesia merupakan waktu untuk buang air besar.

Kondisi ini lebih umum terjadi pada pelari jarak jauh, dan cenderung lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Pelari muda lebih mungkin mengalaminya daripada pelari yang lebih tua.



Gejala dari Runner's Trot

Orang yang berlari jarak jauh dapat mengalami beberapa gejala selama kompetisi dan latihan. Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin parah gejala-gejalanya, beberapa tanda tersebut adalah:

  • Kembung
  • Kram perut
  • Diare
  • Inkontinensia feses, atau ketidakmampuan mengontrol buang air besar.
  • Maag
  • Mual
  • Muntah
  • Nyeri dada
  • Keinginan untuk buang air besar
  • Feses berdarah





Simak Video "Video: Amankan Slotmu! Jogja Run D City Bakal Digelar Minggu Depan"


(dpy/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork