Sebelum ramai dibicarakan di media sosial, Hyrox lebih dulu populer sebagai ajang kebugaran yang menggabungkan lari dan latihan fungsional berintensitas tinggi. Kini, tren tersebut ikut menjamur di Indonesia.
Dari sini, banyak orang yang mulai tertarik mencobanya demi menguji stamina sekaligus mencari tantangan baru. Tapi, meskipun menawarkan banyak manfaat kesehatan, tetap ada risiko kesehatan di baliknya.
Plus Minus Hyrox untuk Kesehatan Tubuh
Dokter spesialis bedah saraf, dr Victorio, SpBS dari Lamina Hospital mengatakan olahraga apapun termasuk Hyrox jika dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh, sebenarnya dapat memberikan manfaat kesehatan.
"Hyrox apabila dilakukan dengan program yang jelas, yang tertata dengan baik, itu salah satunya adalah menguatkan struktur tubuh. Anatomi tubuh akan semakin kuar, otot dan tulang semakin kuat," kata dr Rio, sapaannya, dalam perbincangan dengan detikcom di Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
dr Rio yang belakangan juga aktif mengikuti latihan Hyrox tersebut menambahkan latihan ini juga dapat membantu seseorang memperbaikan bentuk badan.
"Semua otot kita, mungkin dari ujung rambut sampai ujung kaki itu dilatih dengan keras sehingga hasilnya bisa maksimal," katanya.
Namun, risiko kesehatan tetap saja mengintai, salah satunya saraf kejepit. Seperti yang diketahui, Hyrox sendiri memiliki 8 latihan fungsional yang harus diselesaikan.
"Menurut saya semua gerakan dari delapan gerakan itu semuanya punya risiko (cedera) yang tinggi. Yang sering jadi trouble adalah di saat entah gerakan ke berapa, itu kondisi kita yang tidak konsentrasi atau kita sedang melemah," katanya.
"Ada gerakan yang salah yang menyebabkan salah satunya cedera pada tulang belakang," sambungnya.
Simak Video "Video: Demam Hyrox Melanda, tapi Jangan Remehkan Risiko Saraf Kejepit"
(dpy/up)