Seorang atlet elit wanita tetap melanjutkan kompetisi setelah mengalami insiden inkontinensia selama acara HYROX Beijing pada Sabtu (12/9). Hal ini memicu kritik atas penanganan insiden tersebut.
Dikutip dari laman The Standard, video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang atlet perempuan diduga mengalami inkontinensia atau kondisi saat seseorang tidak sengaja buang air besar ketika perlombaan. Meski mengalami insiden itu, atlet tersebut tetap melanjutkan perlombaan hingga garis finis. Seorang staf terlihat berada di dekatnya, tetapi perlombaan tampaknya tidak dihentikan.
Insiden ini memicu kritik di dunia maya. Beberapa orang mempertanyakan keputusan penyelenggara yang tidak segera menghentikan perlombaan, mengingat adanya kekhawatiran terkait kebersihan dan keselamatan atlet lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan yang dikeluarkan, penyelenggara HYROX mengatakan bahwa HYROX memiliki prosedur yang jelas terkait kontaminasi biologis dan penanganan medis. Namun, dalam insiden ini, muncul situasi yang tidak terduga ketika protokol yang dirancang untuk kompetisi atlet elite dan partisipasi massal menjadi kurang jelas batas penerapannya.
"Dalam kejadian ini, muncul situasi tak terduga di mana protokol yang dirancang untuk kompetisi elite dan partisipasi massal menjadi tumpang tindih, sehingga menimbulkan ketidakjelasan terkait penerapan dan pemahamannya," demikian tertulis dalam akun Instagram HYROX Official, Senin (14/9/2026).
Menanggapi kritik, pihak HYROX memahami bahwa situasi tersebut memang bisa memicu pertanyaan hingga beragam tanggapan di tengah komunitas. Kekhawatiran tersebut merupakan hal yang wajar.
"Kami harus siap mendengarkan masukan tersebut, menelaah peristiwa yang terjadi, dan bertanggung jawab untuk terus melakukan perbaikan. Dan kami berkomitmen untuk mewujudkannya," tambahnya.
Pihak HYROX juga menegaskan agar tidak ada ancaman, kekerasan, atau ajakan untuk mencelakai para atlet.
"Siapa pun yang terbukti melakukan tindakan tersebut-baik melalui komentar, pesan langsung, maupun media sosial-akan dilarang secara permanen untuk mengikuti seluruh acara HYROX. Saat ini kami sedang meninjau dan mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab, dan tindakan tegas akan diambil," lanjutnya.
Sebelumnya, pada Sabtu malam (12/9), dalam sebuah pernyataan, penyelenggara HYROX mengatakan telah segera menutup dan mengisolasi area yang terdampak serta sejumlah bagian lintasan setelah insiden tersebut. Mereka kemudian melakukan disinfeksi.
Penyelenggara juga menyebutkan bahwa peralatan terkait telah dikeluarkan dari lokasi acara, sementara limbah ditangani sesuai dengan peraturan pengelolaan limbah yang berlaku di wilayah setempat.
Pihak penyelenggara menambahkan, setelah semua acara selesai, mereka akan mengganti lantai dan melakukan pembersihan menyeluruh di seluruh tempat acara.










































