"Finis tadi kita jujur PB, perbanyak berkonten. Jadi kita nggak ngejar waktu, tapi kita ngejar engagement," kata Sastra sambil bercanda saat ditemui di JRF 2026, Sabtu (24/10/2026).
"Kita nggak ngejar berapa cepet kita finis, tapi berapa cepet kita FYP, itu dia," katanya.
Belum lama ini, Sastra juga mengikuti ajang lari Berlin Marathon 2026 di Jerman. Menurutnya, terkait kemeriahan, JRF 2026 masih unggul.
"JRF, jujur ini adalah ada 'run' di dalam lebaran. Ini dia 'lebarun' pelari-pelari se-Indonesia," kata Sastra.
"Jujur (dibanding Berlin Marathon), dari cheering kita menang. Tapi udara kita kalah telak. Di sini udaranya kayak Jakarta pada umumnya aja, lembap gitu. Tapi untuk cheering, nice dream," katanya.
Terkait udara, memang JRF 2026 hari pertama ini masih terasa panas dan lembap. Medical Director Jakarta Running Festival dr Andi Kurniawan, SpKO mengatakan bahwa cuaca yang lembab membuat banyak peserta lari tumbang dan harus mendapatkan perawatan di tenda medis.
dr Andi berpesan kepada para peserta JRF hari kedua, kategori Full Marathon dan 10K untuk benar-benar memperhatikan tubuhnya. Jangan sampai, keinginan untuk 'push the limit' justru berubah menjadi hal yang diinginkan.
"Pada dengerin badannya. Hari ini banyak sekali yang heatstroke, banyak banget yang harus direndem di es," katanya.
"Jadi semasa kita masih bisa berpikir, masih bisa mendengarkan, maka perlambat. Kalau perlu jalan dulu, jangan dipaksa. Nanti panas tubuhnya makin tinggi, kesadarannya berkurang, sampai akhirnya kolaps," tutupnya.
Simak Video " India Mendidih! Suhu Capai 52 Derajat Celsius, 85 Orang Tewas"
(dpy/up)