Sabtu, 04 Jun 2022 18:36 WIB

Miss V Terasa Kering? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Rosiana Muliandari - detikHealth
Concept sex, masturbation. Hand, fingers in grapefruit, vagina symbol on a red background Foto: iStock
Jakarta -

Ada berbagai kemungkinan penyebab wanita merasa sakit di tengah sesi bercinta dengan pasangannya. Salah satunya adalah kekeringan pada vagina atau vaginal dryness.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Women's Health edisi Agustus 2015 menunjukkan bahwa dua pertiga dari 800 wanita di atas usia 60 tahun mencatat kekeringan vagina sebagai salah satu masalah kesehatan seksual yang sering dialami.

Meski cenderung sering terjadi pada wanita yang telah masuk masa menopause, kekeringan pada vagina juga jadi kondisi yang harus diperhatikan oleh wanita berusia di bawah 60 tahun.

Kekeringan vagina memiliki banyak penyebab, mulai dari faktor fisik, seperti perubahan hormonal atau efek samping obat, hingga masalah psikologis, seperti kurangnya keinginan atau bahkan kecemasan.

Untungnya, ada banyak cara untuk menghilangkan vagina kering bila diketahui penyebabnya. Seperti dikutip dari Everyday Health, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan kurangnya pelumasan pada vagina antara lain:

1. Perubahan Hormon

Menurut Kongres Ahli Obstetri dan Ginekologi Amerika, salah satu penyebab paling umum dari kekeringan vagina adalah penurunan kadar estrogen selama menopause, perimenopause, setelah melahirkan, atau selama menyusui.

"Kesehatan vagina bergantung pada kadar estrogen," kata Irwin Goldstein, MD, selaku direktur Sexual Medicine di Alvarado Hospital dan San Diego Sexual Medicine di California.

Selain itu, pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radiasi pada panggul juga dapat menyebabkan rendahnya kadar estrogen dan penurunan lubrikasi vagina.

2. Obat-obatan Tertentu

Menurut dr Goldstein, beberapa jenis obat bisa menyebabkan efek samping yang mengeringkan tubuh, dapat menyebabkan berkurangnya pelumas vagina.

Salah satu jenis obatnya adalah obat alergi atau pilek yang memiliki kandungan antihistamin. Tidak hanya itu, obat asma juga dapat menyebabkan kekeringan pada vagina.

3. Gairah Seks yang Tidak Mencukupi

Dalam beberapa kasus kekeringan vagina, libido rendah atau masalah seksual dengan pasangan bisa menjadi penyebab kurangnya pelumasan juga.

"Jika pasangan memiliki kinerja yang buruk dan ejakulasi dini, itu dapat menyebabkan kekeringan pada vagina," jelas Goldstein.

4. Iritasi

Penyebab lain dari kondisi ini adalah iritasi dari bahan kimia dalam sabun, produk kebersihan, pewarna, dan parfum.

dr Goldstein mengatakan bahwa banyak wanita memiliki alergi terhadap deterjen dan sabun. Iritasi lain juga dapat termasuk pelumas untuk seks dan benda-benda yang mungkin dimasukan ke vagina.

5. Kecemasan

Faktor psikologis dan emosional, seperti stres dan kecemasan, juga dapat mengganggu hasrat seksual serta menyebabkan tidak lancarnya pelumasan vagina secara normal karena aliran darah yang tidak mencukupi-hal ini dapat disebabkan oleh kecemasan.

Untuk mengobati kekeringan vagina ini, dalam beberapa kasus, dokter merekomendasikan perawatan lokal seperti sisipan estrogen vagina.

Bagi wanita lain, terutama mereka yang memiliki gejala seperti sensasi kepanasan (hot flashes) selain kekeringan vagina, obat oral atau patch kulit yang melepaskan estrogen ke seluruh tubuh adalah pilihan.

Selain terapi estrogen, pendekatan lain yang dapat meredakan nyeri, terutama dari bercinta yang menyakitkan, adalah dengan menggunakan pelumas saat bercinta atau pelembab vagina yang dijual bebas.



Simak Video "Alasan Harus Berhenti Ikutan Fenomena FWB Menurut dr Boyke"
[Gambas:Video 20detik]
(Rosiana Muliandari/vyp)