Seorang pria di Kanada, Will Tennyson, berbagi pengalamannya mencoba diet One Meal A Day (OMAD). Itu merupakan metode makan satu kali sehari yang disebut-sebut bisa membantu membakar lemak.
Hasil yang didapatkan ternyata cukup mengejutkan dan jauh dari kata mudah. Dalam menjalani diet OMAD, Tennyson mengaku tidak memiliki target kebugaran tertentu, tetapi penasaran apakah berat badannya akan naik atau justru turun.
Pegiat kebugaran itu juga ingin mengetahui seberapa banyak kalori yang bisa dikonsumsi dalam satu kali makan.
Menu dan Proses Diet OMAD
Tennyson memulai hari pertamanya dengan makan semangkuk besar Chipotle, lalu berolahraga. Ia menyebut sejauh ini OMAD belum terlalu mempengaruhi rutinitas latihannya, karena ia memang terbiasa berolahraga dalam kondisi puasa.
Setelah itu, tubuh akan berpuasa selama sisa 24 jam. Meski begitu, air putih dan minuman tanpa kalori, seperti kopi hitam atau teh, tetap diperbolehkan untuk menjaga hidrasi.
Namun, perbedaan mulai terasa saat jeda antara olahraga dan waktu makan menjadi sangat panjang. Ia mengaku benar-benar kelelahan di sela latihan pukul 11.00 siang dan 17.45 sore, hingga akhirnya harus meninggalkan kelas sepenuhnya.
Tennyson biasanya baru 'buka puasa' sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Setelah itu, pikirannya terus tertuju pada makanan.
Ia baru makan sekitar pukul 18.00 dan merasakan dorongan kuat untuk makan berlebihan.
(sao/kna)