Rabu, 29 Jul 2020 13:25 WIB

Klaster Corona di Perkantoran DKI Naik Tajam, Tim Pakar Ungkap Penyebabnya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah pegawai kembali bekerja di kantor usai sebelumnya bekerja dari rumah. Guna cegah virus Corona para pegawai pakai face shield hingga masker saat bekerja New normal di kantor. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkap dugaan penyebab kluster perkantoran di DKI Jakarta naik tajam. Ia menyebut bisa saja seseorang sudah positif COVID-19 saat berada di rumah atau ketika menaiki transportasi umum dari dan ke kantor.

"Bisa jadi 2 hal. Pertama, bisa jadi di perkantoran ada yang positif. Mungkin positifnya bukan di kantor, mungkin positif entah dari rumahnya sudah dapat, di perjalanan, naik kendaraan umum. Itulah kenapa kita harus waspada, terutama yang menggunakan moda transportasi umum bersama seperti KRL, MRT," kata Dewi dalam siaran Youtube BNPB, Rabu (29/7/2020).

"Bisa jadi ada yang tertular di kantor, tapi asalnya bukan dari kantornya, tapi dari perjalanan dia menuju kantor atau misalnya ketika ada di rumah," sambungnya.

Tercatat 90 perkantoran jadi klaster Corona di DKI Jakarta. Beberapa perkantoran juga ditutup sementara usai karyawannya positif COVID-19.

Sebagai cara untuk mencegah agar tidak terjadi penularan COVID-19 di kantor, Dewi menyarankan jika memungkinkan, WFH (work from home) tetap diberlakukan. Kalaupun masuk kantor, kapasitas pekerja yang masuk maksimal 50 persen.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widiastuti mengungkapkan penyebab terjadi klaster penularan virus corona di perkantoran adalah ada protokol kesehatan yang tidak dilakukan di momen tertentu.

"Contoh di luar kantor jam istirahat makan dan pada saat makan lupa. Kan pasti buka masker dan berhadap-hadapan, itu berisiko," kata Widiastuti dikutip dari CNN.

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan di perkantoran agar tak jadi klaster Corona. Di antaranya:

1. Jika bisa WFH, maka lakukan WFH.
2. Jika harus masuk kantor, pastikan kapasitasnya 50% (alur waktu shift masuk kantor dan WFH antar-karyawan)
3. Lakukan shift kedatangan dengan jeda 1,5 sampai 2 jam.
4. Makan siang jangan menumpuk di kantin.
5. Pastikan sirkulasi udara di ruangan berjalan lancar.
6. Pastikan kantor menerapkan protokol kesehatan dan menyediakan fasilitas untuk menunjang penerapan protokol kesehatan.
7. Berikan tugas kepada HSE Officer untuk menjadi tim pengawas.
8. Setiap lantai ada tim pengawas (jika memungkinkan).
9. Pelayanan kesehatan standar dan pemeriksaan dapat dilakukan secara berkala.
10. Jika ditemukan kasus positif, wajib melakukan contact tracing dengan baik.
11. Tingkatkan kewaspadaan saat naik kendaraan umum menuju dan pulang dari kantor.
12. Sesampainya di rumah, langsung mandi dan berganti pakaian.
13. Pemerintah Daerah harus melakukan monitoring dan evaluasi di setiap kantor.
14. Kantor harus transparan dalam menyampaikan kondisi perkantorannya.



Simak Video "Ketua Riset COVID-19: Buat Obat Itu Prosesnya Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)