Senin, 27 Des 2021 14:57 WIB

Varian Delmicron Terbukti Hoax, Ini Penjelasan dan Fakta-faktanya

Atilah Tia Abelta - detikHealth
Corona virus under magnifying glass. Observation made by virologists in the laboratory with microscope.  Red heart shaped coronavirus being mutated through genome modification. 3D rendering. Varian Delmicron (Foto: Getty Images/iStockphoto/Stockcrafter)
Jakarta -

Baru-baru ini dunia dihebohkan dengan varian Delmicron yang disebut-sebut sebagai kombinasi dari COVID-19 varian delta dan omicron. Namun, hal tersebut dibantah oleh para pakar yang memastikan varian Delmicron adalah hoax.

Tak bisa dipungkiri jika munculnya varian Delmicron ini memicu kekhawatiran banyak orang. Ditambah lagi dunia belum usai bergelut dengan varian baru Omicron yang masih mewabah di sejumlah negara termasuk Indonesia.

Varian Omicron memang diyakini tidak lebih parah dari varian lainnya, tetapi sangat menular. Sedangkan, varian Delta yang lebih dulu muncul menjadi varian yang mendominasi lonjakan kasus COVID-19 di seluruh dunia.

Lalu mendadak muncul varian delmicron yang menghebohkan dunia. Apakah benar-benar ada? ini penjelasan dan faktanya.

1. Penamaan tidak sesuai WHO

Dikutip dari BusinessToday, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi nama varian virus corona dengan huruf Yunani dalam urutan abjad. Misalnya, dimulai dari Alpha untuk B.117, Beta untuk B.1351, dan seterusnya hingga yang terakhir adalah Omicron untuk B.1.1.529.

"Penamaan varian dilakukan WHO berdasar huruf Yunani dan selain belum ada lagi varian baru, juga nggak ada Delmicron di dalamnya," kata Dicky Budiman, pakar epidemiologi dari Griffith University.

2. Delmicron sudah dipastikan Hoax

Seorang pakar Epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menegaskan, varian Delmicron yang disebut kombinasi Delta dan Omicron adalah hoaks.

"Berita Delmicron itu hoax. Pentingnya cross check info. Perkembangan variants bisa dilihat di data GISAID," jelas Dicky.

"Penamaan varian dilakukan WHO berdasar huruf Yunani dan selain belum ada lagi varian baru, juga nggak ada Delmicron di dalamnya," sambungnya.

3. Asal mula munculnya isu varian Delmicron

Munculnya isu varian Delmicron dan menjadi heboh dimulai dengan berita mengenai varian Omicron yang datang dari seorang anggota gugus tugas COVID-19 Maharashtra, Negara Bagian India, Dr Shashank Joshi. Pernyataannya itu ia buat saat sesi debat di News18.

"Delmicron, lonjakan kembar Delta dan Omicron. Di Eropa dan AS, telah menyebabkan tsunami kecil kasus," katanya.

Dikutip dari Times of India, Minggu (26/12/2021), para pakar kesehatan mengatakan bahwa berita Delmicron merupakan sebuah informasi yang menyesatkan.

"Delmicron merupakan informasi yang menyesatkan. Tidak ada varian baru bernama Delmicron," kata Dr Rakesh Kumar Mishra, direktur Institut Tata Genetika dan Masyarakat Bangalore.

"Sangat jarang seseorang akan terinfeksi dua varian di waktu yang bersamaan," tambahnya.

Meski demikian, Dr Rakesh Mishra memang membenarkan bahwa di beberapa negara terdapat dua varian yang mendominasi yakni Delta dan Omicron. Tetapi bukan berarti ada varian baru yang merupakan gabungan dari keduanya.

4. Tidak ada bukti secara Ilmiah

Mantan direktur WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama menyebut hingga saat ini tidak ada bukti maupun pernyataan ilmiah yang mengkonfirmasi adanya varian Delmicron. Menurutnya, istilah Delmicron hanya terungkap dari pendapat seorang dokter yang kebetulan diwawancara media.

"Istilah ini nampaknya banyak bermula dari keterangan Dr Shashank Joshi, salah seorang anggota SatGas/taskforce dari negara bagian Maharashtra di India," jelas Prof Tjandra.

Menurut Prof Tjandra, Delmicron hanya menggambarkan adanya pasien yang terserang varian Delta dan varian Omicron, sehingga diduga cepat menular dan keluhannya tidak ringan.

"Tetapi sekali lagi belum ada bukti ilmiah yang jelas tentang hal ini," tegas Prof Tjandra.

5. Kata Satgas IDI

Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, Delimcron bukan varian baru Corona melainkan hanya istilah untuk menggambarkan lonjakan kasus Delta dan Omicron.

"Delmicron bukanlah varian baru dari virus corona seperti Alpha atau Beta. Artinya, Delmicron cuma istilah yang mengacu pada situasi di mana Delta dan Omicron membuat lonjakan kasus di wilayah tertentu," kata Zubairi melalui akun Twitternya, @ProfesorZubairi, Minggu (26/12/2021).

6. Tanggapan Kemenkes RI

Kehebohan varian Delmicron ini juga ditanggapi oleh kemenkes RI. Juru Bicara Satgas COVID-19 Kementerian Kesehatan RI, dr Nadia Tarmizi menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapat informasi resmi mengenai varian Delmicron dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Sampai saat ini WHO belum menyebutkan tentang varian ini," katanya saat dihubungi detikcom, Minggu (26/12/2021).



Simak Video "Heboh Delmicron, Epidemiolog Ingatkan Penamaan Varian Baru Harus dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)