Selasa, 04 Jan 2022 13:30 WIB

Apa Saja Ciri-ciri Flurona? Gejala Flu dan Corona Beda Tipis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi masker, pandemi covid-19, ilustrasi vaksin, ilustrasi pasien covid-19 Ciri-ciri flurona, infeksi ganda flu dan Corona. (Foto: AP/Vadim Ghirda)
Jakarta -

Dunia dihebohkan dengan Flurona, infeksi ganda flu dan Corona. Kasus ini pertama kali ditemukan pada seorang ibu hamil di Israel.

Gabungan dari dua penyakit yang disebabkan oleh virus corona dan infeksi flu yang bersamaan didiagnosis pada seorang wanita yang baru saja melahirkan di sebuah rumah sakit di kota Petah Tikva, di Israel Tengah. Laporan awal menyebut wanita itu tidak divaksinasi COVID-19.

"Kasus 'flurona' yang teridentifikasi, sebagaimana beberapa orang menyebutnya, relatif ringan," kata dokter di Beilinson mengutip Times of Israel, Selasa (4/1/2021).

Disebutkan infeksi Flurona ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas. Sebab infeksi flu dan Corona menyerang saluran pernapasan bagian atas.

Pihak Kementerian Kesehatan Israel juga masih mempelajari temuan kasus Flurona ini. Belum ada detail lebih lanjut apakah kombinasi penyakit ini akan menyebabkan penyakit yang parah atau tidak.

Bagaimana ciri-ciri Flurona?

Influenza (flu) dan COVID-19 sama-sama merupakan penyakit pernapasan menular, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. COVID-19 disebabkan oleh infeksi virus corona yang pertama kali diidentifikasi pada 2019, dan flu disebabkan oleh infeksi virus influenza.

Dibandingkan dengan flu, COVID-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius pada beberapa orang. COVID-19 juga dapat memakan waktu lebih lama sebelum orang menunjukkan gejala dan orang dapat menular lebih lama.

Bagaimana dengan Flurona?

Dikutip dari laman Times of Israel, seseorang dapat menderita kedua infeksi pada saat yang sama dan berbagi gejala yang sama seperti sakit tenggorokan, batuk, pilek, demam, sakit kepala dan kelelahan.

Tingkat keparahan kondisi tergantung dari orang ke orang. Beberapa mungkin memiliki gejala ringan, sementara yang lain mungkin mengalami tanda-tanda parah.

Namun kedua kondisi tersebut bisa berakibat fatal jika tidak ditangani tepat waktu. Pada COVID-19, seseorang mungkin mengalami kehilangan rasa dan penciuman, yang tidak berhubungan dengan flu. Bahkan komplikasi pasca infeksi yang terlihat dalam kasus COVID hilang ketika terinfeksi oleh virus influenza.

Sejauh ini, gejala 'flurona' disebut tampak lebih ringan meski menyebabkan orang yang terinfeksi mengalami kesulitan bernapas.

Cara terbaik untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes antigen atau PCR jika mengalami gejala-gejala yang dicurigai. Selain itu, batasi kontak sosial jika memungkinkan, dan segera mengisolasi diri jika merasa tidak sehat dan mengalami gejala virus.



Simak Video "WHO Jelaskan Penyebab Kasus 'Florona' Bisa Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)