ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Apr 2022 16:31 WIB

Varian XE Incar Kelompok yang Belum Pernah COVID, Pakar Beberkan Sebabnya

Vidya Pinandhita - detikHealth
Omicron XE Ahli epidemiologi asal Malaysia meyakini varian XE lebih mudah menjangkit orang yang belum pernah terkena COVID-19 dan belum divaksin COVID-19. Foto: infografis detikHealth
Topik Hangat Geger Omicron XE
Jakarta -

Ahli epidemiologi medis asal Malaysia meyakini varian XE lebih berisiko menjangkit orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus Corona sebelumnya, atau belum disuntik vaksin COVID-19. Meski begitu, hingga kini tak ada indikasi bahwa varian XE bakal memicu gejala parah layaknya varian Delta.

Hal itu disampaikan oleh ahli epidemiologi medis Universiti Putra Malaysia Malina Osman. Menurutnya, meski tren kasus COVID-19 di Malaysia kini relatif menurun, ada kemungkinan varian XE bakal mencapai Malaysia dalam waktu kurang dari sebulan mendatang.

"Untuk Omicron XE secara teoritis bisa lebih cepat sampai (Malaysia) dibanding varian Omicron saat ini, tapi kami berharap pengawasan kami bisa membantu membatasi penyebarannya," ujarnya dikutip dari The Straits Times, Kamis (7/4/2022).

Mengingat, varian XE pertama kali dideteksi di Inggris pada 19 Januari 2022. Varian ini merupakan rekombinasi Omicron BA.1 dan BA.2, dan diyakini 10 persen lebih mudah menular dibandingkan varian Omicron yang menyebar sebelumnya.

Prof Malina meyakini meski kelak varian XE menyebar lebih luas, situasi COVID-19 di Malaysia bakal tetap terkendali lantaran cakupan vaksinasi COVID-19 sudah tinggi dibarengi tingginya kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

"Apa yang harus kita fokuskan sekarang adalah memastikan cakupan vaksin di antara mereka yang berusia lima hingga 11 tahun, suntikan booster untuk mencapai cakupan setidaknya 70 persen hingga 80 persen, dan penyediaan perawatan khusus untuk anak-anak di bawah lima tahun. Serta mereka yang tidak dapat divaksinasi," beber Prof Malina.

Konsultan mikrobiologi klinis Universiti Putra Malaysia Zamberi Sekawi menambahkan, hingga kini belum ada kepastian perihal tingkat keparahan dan kemampuan vaksin COVID-19 menghindari proteksi vaksin COVID-19.

"Jika karakter varian ini sama dengan Omicron, maka sistem kesehatan kita akan mampu mengatasinya," kata Prof Zamberi, sembari menegaskan bahwa pihak berwenang harus waspada dengan meningkatkan pengawasan. Tidak hanya kepada orang asing, melainkan juga penduduk setempat.



Simak Video "Kasus Harian Covid-19 Jepang Tembus 100.000"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)
Topik Hangat Geger Omicron XE

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT