Awas! Pakar UGM Sebut Transisi Demografi Bisa Picu 'Resesi Seks' di Perkotaan

ADVERTISEMENT

ROUND-UP

Awas! Pakar UGM Sebut Transisi Demografi Bisa Picu 'Resesi Seks' di Perkotaan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 22 Agu 2022 20:12 WIB
Meski ada renacan demo menolak omnibus law Ciptaker, aktivitas perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, berlangsung normal. Pagi tadi, pekerja tampak hilir mudik.
Ilustrasi pekerja kantoran. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

'Resesi seks' atau menurunnya gairah pasangan untuk berhubungan seksual, memiliki anak, atau menikah dilaporkan di sejumlah negara seperti China hingga Jepang. Hal ini berimbas pada jumlah populasi yang 'menyusut' lantaran angka kelahiran terus mencetak rekor terendah.

Ketua Pusat Kesehatan Reproduksi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof dr Siswanto Agus Wilopo menyebut 'resesi seks' berkaitan dengan transisi demografis kedua atau second demographic transition.

Ada beberapa hal yang memicu terjadinya 'resesi seks' menurut Prof Siswanto yakni kultur pekerjaan. Akibatnya, banyak pasangan 'ogah' menikah atau punya anak.

"Celakanya di Indonesia ini ada fenomena juga. Tidak bisa dipungkiri generasi muda kita mulai pilih-pilih. Kalau kita lihat fenomena yang ada di luar itu akan masuk ke kita, jadi hati-hati. Di perkotaan mulai seperti itu," beber Prof Siswanto di agenda Media Training The 2nd International Conference on Indonesia, Minggu (21/8/2022).

Ia menyebut, di wilayah perkotaan banyak wanita yang memilih untuk menunda pernikahan sebelum menjabat posisi tertentu di pekerjaan. Beberapa dari mereka juga disebut kerap menunda keinginan memiliki anak.

"Persoalannya di Indonesia memang luas, tapi di perkotaan mulai seperti itu. Kita harus mulai menempatkan ini dari sisi kebijakan," pesan dia.



Simak Video "Sistem Regulasi Vaksin China Lolos Penilaian WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT