Kolom Gizi

Polemik 'Go Vegan', Plus-Minus hingga Bedanya dengan Vegetarian

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Jumat, 02 Jan 2026 06:56 WIB
Gerakan Go Vegan marak dibahas belakangan ini. Foto: Getty Images/iStockphoto/wildpixel
Jakarta -

Gerakan Go Vegan kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Ada kelompok yang mengajak berhenti konsumsi produk hewani dan mengaitkannya dengan kepedulian terhadap lingkungan dan kesejahteraan hewan. Di sisi lain, muncul berbagai cemooh dan sindiran terhadap mereka bahkan ada komentar skeptis yang menyebut kampanye ini sebagai "akal-akalan tukang sayur".

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, tren ini sebenarnya membuka diskusi yang lebih luas tentang hubungan manusia dengan makanan, lingkungan, dan kesehatan tubuhnya sendiri.

Vegan vs Vegetarian

Di tengah ramainya tren ini, masih banyak yang kesulitan membedakan vegan dan vegetarian. Vegetarian umumnya tidak mengonsumsi daging, tetapi masih mengizinkan telur dan produk susu. Sementara vegan lebih ketat, karena menghindari seluruh produk hewani, termasuk telur, susu, dan madu.

Perbedaan ini penting, karena akan berpengaruh langsung pada kecukupan zat gizi, terutama protein, vitamin B12, zat besi, dan zinc. Dari sudut pandang gizi, semakin ketat pembatasannya, semakin besar kebutuhan untuk merencanakan pola makan dengan cermat.

Alasan di Balik Seruan Go Vegan

Ada banyak alasan di balik pilihan untuk menjadi vegan. Di luar urusan pola makan, keputusan ini kerap berkaitan dengan kepedulian yang lebih luas terhadap dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Bagi sebagian orang, isu lingkungan menjadi alasan utama. Industri peternakan diketahui berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, penggunaan air dalam jumlah besar, serta tekanan pada ekosistem.

Ada juga yang terdorong oleh isu kesejahteraan hewan (animal welfare). Dalam perspektif ini, vegan dipandang sebagai bentuk kepedulian terhadap praktik eksploitasi hewan dalam sistem pangan modern.

Sementara itu, alasan kesehatan menjadi ranah yang paling sering diperdebatkan. Sejumlah penelitian menunjukkan pola makan berbasis nabati dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas, terutama karena asupan serat yang lebih tinggi dan lemak jenuh yang lebih rendah. Namun, manfaat ini sangat bergantung pada kualitas dan variasi makanan nabati yang dikonsumsi, bukan semata pada penghilangan produk hewani.

Tak sedikit pula yang memilih vegan karena alasan personal atau keyakinan tertentu. Dalam konteks ini, pilihan makan menjadi bagian dari identitas dan nilai hidup, yang suka atau tidak suka tetap perlu dihormati.

@detikhealth_official Protein nabati dan hewani sama-sama penting! Protein hewani yang mengandung sembilan asam amino esensial dan nabati yang kaya serat jadi saling melengkapi dan memenuhi kebutuhan gizi harian. Jadi, daripada memperdebatkan mana yang lebih baik, yuk fokus seimbangkan isi piring agar kesehatan tubuh tetap optimal😉🥗 #vegan #proteinhewani #proteinnabati #detikhealth ♬ original sound - detikHealth



Simak Video "Video: Mengenal Tren Go Vegan yang Lagi Viral di Medsos"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork