Mulai diterapkannya Nutri Level di sejumlah gerai minuman kekinian rupanya menghadirkan sejumlah fakta mengejutkan. Beberapa minuman yang dilabel 'less sugar' dan bahkan 'no sugar' ternyata tidak otomatis masuk level A alias 'paling sehat', tapi justru ada yang masuk level terbawah yakni C dan D.
Sebagai contoh, minuman Grape with Green Tea di daftar menu Xing Fu Tang masuk kategori C meski menu tersebut diberi label 'no sugar'. Bahkan menu Ovaltine Milk yang juga berlabel 'no sugar' masuk kategori D.
Selain itu, beberapa minuman berbasis americano yang biasanya identik dengan rasa pahit ternyata juga masuk kategori C dan D. Di antaranya Triple Peach Americano dan Berry Manuka Americano di daftar menu Fore Coffee.
Kenapa bisa demikian?
Penting diingat, penilaian dalam sistem Nutri-Level tidak hanya melihat gula tambahan semata. Beberapa minuman dengan label less sugar hingga no sugar tetap bisa mendapat nilai C atau D karena kandungan lain seperti gula alami, lemak jenuh, hingga natrium.
Banyak orang mengira label 'no sugar' berarti minuman tersebut otomatis lebih sehat. Padahal, dalam sistem Nutri-Level, penilaian tidak hanya melihat ada atau tidaknya gula tambahan, tetapi juga mempertimbangkan kandungan gula total, lemak jenuh, dan natrium per 100 ml produk.
Karena itu, minuman dengan label less sugar maupun no sugar tetap bisa mendapat nilai C atau D apabila kandungan komponen lainnya masih tergolong tinggi.
Menurut dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, M.Gizi, SpGK, Subsp.KM, minuman dengan label no sugar tetap bisa mengandung gula alami, terutama bila menggunakan buah atau sirup perasa buah.
"Walaupun dia no sugar tapi tetap ada gula. Di buah itu ada namanya gula buah," jelasnya saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2026).
Ia juga mengingatkan penggunaan sirup perasa buah tetap dapat menyumbang gula pada minuman. "Apalagi grape sirup, itu kan pasti mengandung gula," lanjutnya.
Simak Video "Video: BPOM Beri Waktu 2 Tahun untuk Pelaku Industri Terapkan Nutri Level "
(fti/up)