Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengatakan yang menentukan sehat atau tidaknya makanan bukanlah tempat membelinya, melainkan pilihan menu dan porsinya.
"Yang menentukan sehat atau enggaknya bukan nama tempatnya, tapi apa yang kita ambil di piring," ujar dr Yaze.
Menurutnya, masyarakat tetap bisa menyusun menu bergizi saat makan di warteg dengan memilih satu sumber protein, seperti ayam, telur, atau ikan. Setelah itu, lengkapi dengan sayur dan nasi dalam porsi secukupnya agar kebutuhan gizi lebih seimbang.
Ia menegaskan diet tidak harus mengandalkan makanan mahal seperti salad atau quinoa. Yang terpenting adalah memilih jenis makanan dan mengatur porsinya, sehingga warteg pun bisa menjadi pilihan untuk menjalani pola makan sehat.
"Diet itu enggak harus salad, enggak harus quinoa, enggak harus juga bikin dompet kamu ikut diet," katanya.
"Nah, kalo kamu liat warteg lagi ramai, bukan berarti karena dia murah, tapi bisa jadi banyak orang yang diem-diem lagi diet juga," lanjutnya lagi.
Simak Video "Video: Mau Kulit Glowing? Coba Rajin Olahraga dan Makan Sehat"
(suc/up)