Senin, 24 Mei 2021 05:43 WIB

Pesepeda Meninggal di JLNT Kampung Melayu, Ini Artinya 'Heart Rate 180'

Ardela Nabila - detikHealth
Athlete on racing bike outdoors at sunset, close-up Ilustrasi road bike (Foto: Getty Images/iStockphoto/ArtistGNDphotography)
Jakarta -

Seorang pesepeda 62 tahun meninggal di tengah uji coba JLNT (Jalan Layan Non Tol) Kampung Melayu - Tanah Abang (Casablanca) untuk road bike, Minggu (23/5/2021). Data Garmin menunjukkan, detak jantungnya sempat mencapai 180.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Rudy Saptari mengungkap, pesepeda tersebut juga memiliki riwayat operasi jantung. Diduga, pesepeda tersebut meninggal karena kelelahan.

"Dari dokter diduga kecapaian karena dilihat dari Garmin-nya itu yang di pencetan sepeda itu detak jantung almarhum tinggi, 180. Kalau kita orang normal 75 kan, 100 aja udah deg-degan beliau 180 mungkin kecapekan kemudian ada riwayat jantung," jelas Rudy, Minggu (23/5/2021).

Apa artinya detak jantung 180?

Saat berolahraga, detak jantung atau denyut jantung merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur intensitas berolahraga. Bisa diukur dengan alat bantu fitness tracker seperti dipakai pesepeda yang meninggal, bisa juga diukur manual dengan diraba meski tidak praktis.

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari RS Mitra Kemayoran dr Michael Triangto, SpKO menjelaskan, intensitas olahraga sebaiknya tidak melebihi denyut jantung maksimal. Cara menghitung denyut maksimal atau Heart Rate (HR) max adalah 220 dikurangi usia, dinyatakan dalam BPM (beat per minute) atau denyut per menit.

"Heart rate maksimal itu adalah 220 dikurangi usia. Kalau orang ini usianya 60 tahun, berarti 220 dikurangi 60. Maka 160 itu 100 persennya dia," terang dr Michael saat diwawancara detikcom, Minggu (23/5/2021).

Kenali Training Zone

Saat olahraga yang bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan kesehatan, kata dr Michael, heart rate yang baik adalah antara 50-70 persen.

"Kalau untuk tujuan kesehatan, maksimalnya berapa denyutnya? 220 Dikurangi usia. Nah, training zone-nya untuk mencapai tingkat kesehatan yang lebih baik itu 50-70 persen saja," jelas dr Michael.

Lebih lanjut, dr Michael menjelaskan bahwa olahraga yang sehat adalah olahraga yang dilakukan dengan tidak berlebihan.

Menurutnya, anggapan masyarakat terkait semakin lama olahraga, maka semakin baik bagi kesehatan merupakan hal yang harus dihilangkan. Sebab, hal tersebut tidak benar.

"Jadi, kalau kita mau berolahraga sehat itu harus jelas, 30 menit ya berhenti. Bukan berjam-jam," pungkasnya.

"Kalau mau sehat itu gak perlu berat-berat. Itu malah melampaui batasan," lanjut dr Michael.

dr Michael juga membeberkan sejumlah tips aman bersepeda agar terhindar dari kolaps jantung. Selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]