Selasa, 25 Mei 2021 06:22 WIB

Nggak Punya Smartwatch? Ini Cara Hitung Heart Rate Tanpa Alat

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Side view of a charming body positive women monitoring loss of calories on her sport watch while doing weight loss exercises in the morning in a sport park. Ilustrasi sport watch (Foto: Getty Images/iStockphoto/Strelciuc Dumitru)
Jakarta -

Smartwatch atau jam tangan pintar banyak diminati untuk menunjang gaya hidup khususnya bagi pecinta olahraga. Fitur-fitur dalam smartwatch ini bisa memantau aktivitas penggunanya, salah satunya memantau detak jantung.

Saat ini sudah banyak smartwatch yang hadir dengan teknologi pemantau denyut jantung dengan menggunakan sensor pada jam. Tentu fitur ini akan memudahkan banyak pengguna memantau kondisi kesehatannya. Tapi gimana kalau nggak punya smartwatch?

"Smartwatch itu kan sebenarnya rambu-rambu, tapi nggak semua orang punya seperti misalnya orang di daerah kan belum tentu ada (smartwatch), jadi bisa hitung secara manual," kata spesialis kesehatan olahraga dari RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr Michael Triangto, SpKO.

Cara menghitung detak jantung

Menghitung heart rate atau detak jantung sebenarnya mudah saja dilakukan. Berikut caranya menurut dr Michael.

  • Posisikan tangan menghadap ke atas
  • Letakkan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan, tepat di bawah pangkal jempol
  • Tekan lembut kedua jari sampai Anda merasakan adanya denyut nadi
  • Hitung denyut nadi dalam 10 detik, kemudian kalikan hasilnya dengan 6 untuk mendapat denyut nadi istirahat per menit. Jika denyut nadi per 10 detik adalah 15 kali, maka denyut nadi istirahat adalah 90 bpm.

Mengukur detak jantung bisa jadi salah satu cara mengecek kesehatan jantung. Menurut The American Heart Association, detak jantung normal berkisar 60-100 per menit. Namun detak jantung normal juga dikategorikan berdasarkan usia yakni:

  • 20 tahun: normal 100-170 bpm, maksimal 200 bpm
  • 30 tahun: normal 95-162 bpm, maksimal 190 bpm
  • 35 tahun: normal 93-157 bpm, maksimal 185 bpm
  • 40 tahun: normal 90-153 bpm, maksimal 180 bpm
  • 45 tahun: normal 88-149 bpm, maksimal 175 bpm
  • 50 tahun: normal 85-145 bpm, maksimal 170 bpm
  • 60 tahun: normal 80-136 bpm, maksimal 160 bpm

The American Heart Association memberikan panduan umun batas detak jantung normal saat berolahraga, yakni:

  • Intensitas latihan sedang: 50-70 persen dari detak jantung maksimum
  • Intensitas olahraga berat: 70-85 persen dari detak jantung maksimum


Simak Video "Kenapa Atlet Bisa Kena Serangan Jantung?"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)