Alih-alih Menelan, Mengapa Pesepakbola Sering Semburkan Air yang Mereka Minum?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 25 Jun 2026 07:03 WIB
Momen para pemain mendapatkan jeda untuk minum (Foto: REUTERS/Lee Smith)
Jakarta -

Banyak momen-momen menarik di Piala Dunia 2026 kali ini. Tidak hanya sekadar taktik permainan dan gol tercipta, tetapi kebiasaan para pemain yang terkadang membuat penonton di layar kaca penasaran.

Salah satunya adalah kebiasaan beberapa pemain menyemburkan air yang mereka minum, alih-alih menelannya. Bukankah, dengan cuaca panas dan intensitas permainan tinggi, memasukkan cairan ke dalam tubuh akan membuat mereka jadi lebih segar bukan?

Dokter spesialis olahraga, dr Andhika Raspati, SpKO mengatakan kebiasaan berkumur-kumur dan memuntahkan kembali cairannya dinamakan carbohydrate mouth rinse.

Namun, belum tentu juga kebiasaan itu dilakukan dengan larutan karbohidrat, bisa saja itu adalah air mineral biasa yang mungkin mereka lakukan untuk tujuan lain, tergantung setiap pribadi pemain bola itu sendiri.

"Penelitiannya mengatakan memang, dengan melakukan kumur-kumur dengan menggunakan cairan yang mengandung karbohidrat atau gula, memang itu bisa membantu (meningkatkan performa)," kata dr Dhika saat dihubungi detikcom, Rabu (24/6/2026).

"Meskipun nggak segitunya tinggi banget efeknya atau signifikan banget manfaatnya, tapi dia bisa dikatakan membantu meningkatkan performa," sambungnya.

Sebagai informasi, carbohydrate mouth rinse adalah teknik berkumur menggunakan larutan karbohidrat (seperti minuman olahraga) selama 5 hingga 10 detik lalu meludahkannya kembali tanpa menelannya. Tujuan utamanya adalah meningkatkan performa olahraga dan mengurangi rasa lelah tanpa menambah asupan kalori atau membuat perut kembung.

"Di rongga mulut kita ada yang namanya reseptor atau struktur sel yang bisa mendeteksi adanya karbohidrat. Begitu reseptor ini kontak dengan gula, meskipun gulanya nggak ditelan, dia akan mengirimkan sinyal ke otak," katanya.

"Nanti otak akan merespons dengan meningkatkan koordinasi gerak, meningkatkan semangat, meningkatkan motivasi untuk merekrut atau mengaktivasi otot yang memang diperlukan," sambungnya.




(dpy/naf)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork