PBB Soroti Panas Ekstrem di Piala Dunia 2026, Singgung Perubahan Iklim

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 02 Jul 2026 06:04 WIB
Momen Hydration Break Timnas Prancis untuk menjaga hidrasi tubuh (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)
Jakarta -

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dibayang-bayangi cuaca panas ekstrem. Bahkan, sempat ada usulan laga ditunda demi keselamatan pemain.

Dikutip dari The Guardian, diperkirakan 9 dari 72 pertandingan di babak grup dimainkan dalam kondisi panas ekstrem. Federasi Pesepak Bola Profesional Dunia (FIFPRO) sebelumnya menyatakan cuaca panas sebagai alasan untuk menunda atau membatalkan pertandingan.

Pihak penyelenggara bahkan sampai menggunakan pendingin di beberapa stadion, sebagai upaya melindungi para pemain dari risiko heat stroke.

Laga-laga itu dimainkan dalam wet bulb globe temperatures (WBGT) sekitar 28 derajat celsius yang menurut FIFPRO seharusnya memicu penundaan pertandingan.

Dua pertandingan terpanas yang tersaji tanpa pendingin udara sama-sama dimainkan di Stadion Hard Rock Miami. Selama pertandingan Uruguay melawan Tanjung Verde yang berakhir imbang 2-2 pada 21 Juni, WBGT mungkin mencapai atau melebihi 33 derajat celsius, melampaui suhu tertinggi turnamen sebelumnya yang diperkirakan mencapai 32,9 derajat celsiusyang tercatat enam hari sebelumnya, ketika Uruguay bermain imbang 1-1 dengan Arab Saudi.

"Pelajaran bagi semua orang di industri ini adalah bahwa dengan pemanasan global, kondisi panas akan memainkan peran yang lebih besar dalam keputusan penjadwalan turnamen dan liga di masa depan," kata seorang juru bicara dari serikat FIFPRO.




(dpy/suc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork