Joanna Wietrzyk Jadi Sorotan, Kenapa Atlet Bisa 'Cepirit' saat HYROX?

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Selasa, 15 Sep 2026 06:07 WIB
Foto: Ilustrasi hyrox (Getty Images/pixdeluxe)
Jakarta - Ada peristiwa tidak biasa dalam ajang Hyrox Beijing 2026. Seorang atlet wanita bernama Joanna Wietrzyk asal Australia mengalami insiden 'cepirit'. Alih-alih berhenti, ia tetap melanjutkan kompetisi.

Keputusan yang diambil Joanna menuai pro kontra. Ada yang mendukung karena kegigihannya, namun ada pula yang tidak sepakat karena dianggap insiden tersebut mengganggu para atlet lain terkait kontaminasi arena.

Joanna memenangkan ajang Women's Pro Solo di HYROX Beijing pada September 2026, dengan catatan waktu 1:01:23. Lebih cepat dari Alyssa Mcelheny dari Amerika Serikat di posisi dua dengan 1:02:08, dan Aki Yoshida dari Jepang dengan catatan 1:04:52.

Dikutip dari Mayo Clinic kondisi ini dalam istilah medis disebut encopresis yakni pengeluaran feses yang tidak bisa dikendalikan. Hal ini biasanya terjadi saat feses yang mengeras menumpuk di usus besar dan rektum.

Usus besar menjadi terlalu penuh dan feses cair merembes di sekitar tinja yang tertahan, sehingga mengotori pakaian dalam. Pada akhirnya, retensi feses dapat menyebabkan peregangan, atau juga disebut distensi, pada usus dan hilangnya kendali atas buang air besar. Encopresis juga dikenal sebagai inkontinensia tinja.

Mengapa HYROX Rentan Alami Encopresis?

Menurut spesialis penyakit dalam, konsultan gastroenterologi, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, seseorang memang berpotensi mengalami hal ini saat melakukan olahraga intensitas tinggi. dr Aru juga mengatakan, Hyrox merupakan olahraga berat sebab mengharuskan pesertanya memadukan lari dan kekuatan fungsional.

"Aktivitas fisik yang berat dan berintensitas sangat tinggi dapat memicu masalah pencernaan. Akibat aktivitas ini, aliran darah tubuh akan dialihkan dari organ tubuh lainnya menuju ke otot yang bekerja keras," kata dr Aru saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Selain itu, dr Aru menyebut goncangan perut akibat lari dan tekanan sewaktu melakukan aktivitas fisik menyebabkan gangguan kestabilan usus. Apalagi, ditambah dengan mengonsumsi makanan yang tidak dicerna dengan baik, seperti gel energi. Hal itu bisa menambah kemungkinan terjadinya cepirit atau inkontinensia.

Kendati demikian, kondisi ini bisa dihindari. Penting untuk memilih makanan yang tepat sebelum kompetisi.

"Sebaiknya mengonsumsi makanan yang tidak tinggi serat dan cukup cairan pada waktu sebelum dan saat melakukan kegiatan Hyrox perlu diperhatikan," katanya.



Simak Video "Video Viral Pria Umur 81 Taklukkan Hyrox Jakarta, Latihannya Nggak Main-main"


(elk/dpy)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork