Semenantang Ini Panas dan Lembabnya Cuaca Jakarta di Mata Pelari Kenya

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Minggu, 25 Okt 2026 10:40 WIB
Foto: Flag off Jakarta Running Festival kategori full marathon (Taufik/detikcom)
Jakarta -

Berlari di Jakarta Running Festival (JRF) 2026 menjadi tantangan tersendiri, bahkan bagi atlet elite asal Kenya, James Kahura. Pelari yang terbiasa bersaing di podium half marathon ini mengaku kesulitan menjaga pace ketika menghadapi cuaca panas dan lembap di Indonesia.

Dalam ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24/10/2026), James finis di posisi keempat kategori Half Marathon (21K) Men Open. Podium tiga besar ditempati rekan senegaranya, Vincent Kipkemoi Ngetich, Gideon Kiprotich Rop, dan Bernard Wambua.

James mengakui kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan selama berlari di Jakarta. Menurutnya, kelembapan udara membuat upaya mempertahankan kecepatan lari terasa lebih sulit.

"Indonesia selalu lembap, tidak mudah untuk menjaga pace. Jadi, tidak mudah untuk berlari di Indonesia karena lembap dan sangat panas," ujar James kepada detikcom saat ditemui usai JRF 2026 di Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).

Ia juga membandingkan pengalaman berlari di Indonesia dengan sejumlah negara lain, termasuk Eropa. Menurut James, kondisi cuaca di Indonesia membuatnya perlu menghadapi tantangan berbeda ketika berusaha mempertahankan kecepatan sepanjang lintasan.

"Tidak seperti di Eropa atau di tempat lain," lanjut James.

Pada JRF 2026 kali ini, James menyelesaikan Half Marathon dengan catatan waktu sekitar 1 jam 4 menit, berdasarkan pengakuannya kepada detikcom.



Simak Video "Titan Run 2025 Catatkan Nama di MURI"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork