Rabu, 11 Feb 2015 12:02 WIB

Sindrom Pra-Menstruasi

Menstruasi Bikin Depresi? Hati-hati Kena Premenstrual Dysphoric Disorder

Firdaus Anwar, Yulida Medistiara, Firdaus Anwar, Yulida Medistiara - detikHealth
Topik Hangat Sindrom Pra-Menstruasi
Jakarta - Saat seorang wanita terkena premenstrual syndrom (PMS) beragam gejala mulai dari uring-uringan dan nyeri bisa muncul. Akan tetapi bila gejala juga berkembang menjadi perubahan mood yang ekstrem, bisa jadi wanita tersebut terkena yang namanya premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

Spesialis kandungan dari RSU Bunda Menteng, Jakarta, dr Sita Ayu Arumi, SpOG, mengatakan PMS bisa berubah menjadi PMDD apabila seorang wanita yang terpengaruh sampai mendadak berubah kondisi emosinya. Apabila seorang wanita punya gejala depresi maka PMDD akan semakin memperparah kondisinya tersebut.

Baca juga: Menstruasi Berkepanjangan, Waspadai Penebalan Dinding Rahim Abnormal

"Depresi parah, sebenarnya tidak mungkin seseorang merasakan depresi parah kalau tidak pernah memiliki riwayat penyakit ini. Jadi kalau memang sudah punya penyakit tertentu misalnya depresi bisa memperparah karena gangguan mood ini yang menyebabkan depresi (bisa makin kambuh -red)," kata dr Sita ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Rabu (11/2/2015).

Sementara itu untuk penyebab dari PMDD sendiri menurut dr Hari Nugroho, SpOG, dari RSUD Dr Soetomo mengatakan faktor-faktor seperti gaya hidup tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, dan lingkungan yang tidak mendukung bisa semakin memperberat PMDD.

Untuk mengurangi gejala PMDD, beberapa minggu sebelum menstruasi disarankan bagi wanita agar mengurangi beban pikirannya. Hindari berbagai hal yang mungkin bisa memicu stres agar tidak berkembang menjadi depresi saat PMS melanda serta makan makanan bergizi, jaga kecukupan nutrisi, dan vitamin adalah hal yang bisa dilakukan.

Jika PMDD dibiarkan efeknya untuk kesehatan mungkin tidak terlalu besar namun dr Hari Nugroho, SpOG, dari RSUD Dr Soetomo mengingatkan bahwa produktifitas wanita tersebut bisa terganggu. Dokter dapat memberikan saran dan diagnosis lebih jelasnya apakah gejala tersebut termasuk PMDD - PMS atau gejala lain sehingga penanganannya bisa tepat dilakukan.

"Mengatasinya tergantung keluhan karena tidak mungkin misalnya depresi diberikan terapi yang menggeneralisir," tutup dr Hari.

Baca juga: Nyeri dan Emosi Tak Stabil Saat PMS? Bisa Jadi Kurang Zat Besi

(vit/vit)
Topik Hangat Sindrom Pra-Menstruasi