Kamis, 30 Jul 2020 05:21 WIB

Round Up

90 Perkantoran di DKI Jadi Klaster Corona, Naik Tajam di Masa Transisi PSBB

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kasus Corona di Indonesia masih jadi sorotan. Dinkes Provinsi DKI Jakarta pun membenarkan data yang tampilkan 68 perkantoran di DKI jadi klaster virus Corona. Gedung-gedung perkantoran di Jakarta rawan penularan virus Corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Sebanyak 90 perkantoran di DKI Jakarta jadi klaster penyebaran virus Corona dan menyebabkan 459 karyawan positif COVID-19. Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, mengungkap klaster perkantoran yang ditemukan beragam, mulai dari lingkungan kementerian hingga swasta.

Diterangkan oleh Dewi, sebelum 4 Juni atau ketika masa PSBB (pembatasan sosial berskala besar), jumlah positif di perkantoran hanya 43 orang. Setelah 4 Juni-28 Juli atau kurang lebih 7,5 minggu dan setelah transisi PSBB diberlakukan, kasus COVID-19 di perkantoran bertambah hampir 10 kali lipat sehingga total klaster menjadi 90 kantor dengan 459 karyawan yang positif.

"Ini yang membuat kita harus lebih waspada karena ternyata di manapun kita berada harus dipastikan kita mematuhi protokol kesehatan," ujar Dewi dalam siaran pers BNPB, Rabu (29/7/2020).

Adapun rincian sebaran klaster perkantoran di DKI Jakarta per 28 Juli adalah sebagai berikut:

Kantor di lingkungan Pemda DKI

- Jumlah klaster: 34
- Total kasus: 141

Kementerian

- Jumlah klaster: 20
- Total kasus: 139

Swasta

- Jumlah klaster: 14
- Total kasus: 92

Badan/lembaga

- Jumlah klaster: 10
- Total kasus: 25

BUMN

- Jumlah klaster: 8
- Total kasus: 35

Kepolisian

- Jumlah klaster: 1
- Total kasus: 4

Selanjutnya
Halaman
1 2