Inspirasi Diet dari Lapangan Bola

Kenapa Ronaldo Tak Doyan Minum Susu?

Mhd. Aldrian, S.Gz - detikHealth
Sabtu, 20 Jun 2026 17:07 WIB
CR7. Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance
Jakarta -

Pada usia 41 tahun, ketika sebagian besar pesepak bola sudah pensiun atau mengalami penurunan performa, Cristiano Ronaldo masih mampu bersaing di level tertinggi. Tubuhnya tetap berotot, kadar lemaknya sangat rendah, dan kedisiplinannya dalam menjaga pola hidup bahkan menjadi legenda di dunia sepak bola.

Salah satu rahasia yang baru-baru ini kembali diungkap oleh mantan chef pribadinya, Giorgio Barone, adalah aturan makan yang sangat ketat: tanpa gula, tanpa susu, dan jauh dari makanan cepat saji. Selama bekerja bersama Ronaldo, Barone mengatakan sang mega bintang bahkan tidak memberikan toleransi sedikit pun terhadap gula, termasuk gula dalam secangkir kopi.

Menu hariannya pun tergolong sederhana. Sarapan biasanya terdiri dari alpukat, telur, dan kopi tanpa gula. Sementara makan siang dan malam lebih banyak berisi ikan, ayam, daging tanpa lemak, serta sayuran. Karbohidrat dari roti dan pasta juga sangat dibatasi.

Namun, muncul pertanyaan menarik: apakah diet ketat tanpa gula dan susu benar-benar menjadi kunci tubuh bugar seperti Ronaldo?

No Sugar, Bukan Berarti Tidak Konsumsi Sumber Karbohidrat

Dari sudut pandang ilmu gizi, keputusan Ronaldo untuk menghindari gula tambahan memang memiliki dasar yang kuat. Namun, istilah no sugar dalam pola makan Ronaldo tidak berarti tubuhnya sama sekali tidak mendapatkan gula atau karbohidrat.

Mantan chef pribadinya, Giorgio Barone, mengungkapkan bahwa Ronaldo sangat disiplin menghindari gula tambahan. Bahkan, ia tidak menambahkan gula ke dalam kopi yang dikonsumsinya setiap hari.

"Untuk sarapan, dia akan makan alpukat dengan kopi, telur, dan tanpa gula. Sama sekali tanpa gula," ungkap Barone saat menjelaskan filosofi pola makan Ronaldo, dikutip dari The Sun.

Meski menghindari gula tambahan, Ronaldo tetap mengonsumsi karbohidrat sebagai sumber energi. Menu hariannya banyak berasal dari bahan segar seperti sayuran, yang secara alami mengandung karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Ronaldo juga diketahui mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, nasi hitam, kentang, ubi, quinoa, hingga biji-bijian utuh untuk mendukung kebutuhan energi dari latihan intens dan pemulihan otot.

Hal ini penting dipahami karena glukosa merupakan bahan bakar utama bagi tubuh, terutama bagi otak dan otot saat beraktivitas. Perbedaannya terletak pada sumbernya. Gula tambahan dari minuman manis, kue, dan ultra-processed food cenderung hanya menyumbang energi tanpa banyak kandungan zat gizi lain. Sebaliknya, karbohidrat alami dari sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh masuk bersama kandungan zat gizi yang lebih lengkap.

World Health Organization (WHO) juga merekomendasikan pembatasan konsumsi gula bebas kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian. Bahkan, mengurangi hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Dengan demikian, yang dilakukan Ronaldo bukanlah menghilangkan seluruh gula dari pola makan, melainkan memilih sumber karbohidrat yang lebih alami dan membatasi gula tambahan yang mudah dikonsumsi berlebihan. Pola makan seperti ini sesuai dengan prinsip gizi seimbang.



Simak Video "Video: Takjil Kurma Ditambah Butter, Berapa Kalorinya?"


(mal/up)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork