Bikin Kylian Mbappe Batal Bela Prancis, Seberapa Bahaya Cedera Tendon Lutut?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sabtu, 26 Sep 2026 16:06 WIB
Kylian Mbappe. (Foto: REUTERS/Murad Sezer)
Jakarta -

Penyerang sekaligus kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, terpaksa dicoret dari skuad Les Bleus di ajang Nations League. Pemain Real Madrid berusia 27 tahun itu harus ditarik keluar akibat cedera lutut usai mencetak gol kemenangan atas Turki.

Mbappe sempat mendapatkan penanganan medis dan kembali ke lapangan, tetapi ia tumbang kembali hanya semenit kemudian. Pelatih Prancis, Zinedine Zidane, mengonfirmasi kondisi anak asuhnya tersebut dan enggan mengambil risiko lebih jauh.

"Sayangnya, kondisinya terlihat kurang bagus. Saya pikir dia harus kembali [ke klub]. Kami tidak akan mengambil risiko apa pun. Ada pembengkakan di lututnya. Ini tidak menggembirakan, jadi kami tidak ingin berspekulasi," kata Zidane mengenai kondisi Mbappe, dikutip dari CNA.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengonfirmasi bahwa Mbappe mengalami "cedera tendon lutut" dan dipulangkan ke Madrid untuk menjalani pemulihan.

Lantas, apa sebenarnya cedera tendon lutut dan seberapa berdampak kondisi ini bagi seorang atlet?

Mengenal Cedera Tendon Lutut

Dikutip dari laman Spire Hip and Knee Centre Singapore, cedera tendon lutut merupakan kerusakan pada jaringan pita serat kuat yang menghubungkan otot ke tulang di sekitar sendi lutut. Tendon berfungsi penting untuk menjaga kestabilan sendi sekaligus memungkinkan kaki bergerak fleksibel.

Pada area lutut, jenis cedera yang paling sering terjadi menyasar dua bagian:

  • Tendon patela: Menghubungkan tempurung lutut (patella) ke tulang kering (tibia).
  • Tendon kuadrisep: Menghubungkan otot paha depan (quadriceps) ke tempurung lutut.

Kerusakan pada bagian ini umumnya dipicu oleh penggunaan sendi secara berlebihan (overuse), gerakan mendadak yang memicu regangan ekstrem, hingga benturan fisik langsung.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Cedera tendon lutut dapat memunculkan serangkaian gejala yang tergantung pada tingkat keparahannya. Beberapa tanda umum yang sering dirasakan penderita antara lain:

Nyeri di Sekitar Tempurung Lutut: Rasa sakit berpusat tepat di bawah atau di atas tempurung lutut.

  • Pembengkakan: Area di sekitar jaringan yang rusak membengkak dengan cepat, membuat lutut sulit ditekuk maupun diluruskan.
  • Sendi lemas dan tidak stabil: Lutut terasa 'mleyot' atau tidak kokoh saat digunakan untuk menumpu beban tubuh.
  • Keterbatasan rentang gerak: Terjadi kekakuan yang membuat penderita sulit meluruskan atau menekuk kaki secara penuh.
  • Kesulitan berjalan: Pada kondisi yang tergolong parah, penderita akan kesulitan menahan beban tubuh saat melangkah.




(sao/kna)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork