Diet 'Switch-On' dari Korea Selatan belakangan viral di media sosial. Pola makan ini mampu membakar lemak dengan cepat tanpa mengorbankan massa otot, bahkan hanya dalam waktu empat minggu.
Diet tersebut dikembangkan oleh spesialis obesitas Korea Selatan, Dr Park Yong-woo.
Konsep diet 'Switch-On' ini bertujuan untuk 'mengaktifkan' metabolisme tubuh melalui kombinasi minuman protein, puasa terkontrol, serta penghindaran makanan cepat saji. Meski tergolong ketat, banyak pelaku diet ini mengaku bisa menurunkan berat badan sekitar 4-4,5 kg tanpa merasa lemas, sehingga memicu rasa penasaran banyak orang.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Inti dari diet 'Switch-On' ini adalah mengatur ulang sistem pencernaan, menekan nafsu makan, dan melatih tubuh membakar lemak alih-alih otot. Selama diet, pelaku diminta menghentikan konsumsi gula, alkohol, kafein, makanan olahan, dan tepung.
Sebagai gantinya, asupan difokuskan pada makanan tinggi protein seperti ayam, ikan, telur, tahu, kacang-kacangan, serta sayuran berserat tinggi. Asupan cairan juga menjadi perhatian utama, dengan anjuran minum setidaknya dua liter per hari, ditambah probiotik, tidur lebih dari enam jam, dan olahraga ringan.
Intermittent fasting menjadi bagian dari diet ini, mulai dari puasa malam 10-14 jam hingga puasa 24 jam pada fase lanjutan. Olahraga intensitas tinggi disarankan hingga empat kali per minggu, serta makan malam diselesaikan minimal empat jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu untuk pemulihan.
Dr Park merancang diet ini untuk orang-orang sibuk yang lelah dengan pola diet yo-yo. Minuman protein, baik whey maupun nabati, digunakan untuk menahan rasa lapar tanpa perlu menghitung kalori.
Populasritas diet ini pun melejit di Instagram dan TikTok berkat unggahan foto sebelum dan sesudah yang menunjukkan perubahan signifikan.
(sao/naf)